KONSELOR.FORUM.ST
SILAKAN LOGIN AGAR ANDA BISA IKUT BERPARTISIPASI DALAM FORUM INI
KONSELOR.FORUM.ST

FORUM KONSELOR INDONESIA

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Latest topics
» Perlukah program BK?
Thu Nov 17, 2011 2:26 pm by syamsu nur

» Dana operasional BK
Mon Jun 06, 2011 9:47 pm by mujiw

» Konselor masa depan
Wed May 25, 2011 1:52 am by sukiman

» Layanan penempatan dan penyaluran
Wed May 25, 2011 1:12 am by sukiman

» Bimbingan kelompok di sekolah
Mon May 23, 2011 2:35 am by sukiman

» Tugas dilematis
Mon May 23, 2011 2:21 am by sukiman

» Menghukum siswa yang nakal
Mon May 23, 2011 2:05 am by sukiman

» Layanan konseling
Sat May 21, 2011 6:45 pm by sukiman

» Sikap siswa terhadap konselor
Sat May 21, 2011 2:57 am by sukiman


You are not connected. Please login or register

KONSEP, FUNGSI DAN PRINSIP BIMBINGAN DI TAMAN KANAK-KANAK

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

nono19


KANDIDAT
KANDIDAT
Kebutuhan akan layanan bimbingan di taman kanak-kanak muncul
dari karakteristik dan masalah-masalah perkembangan yang terjadi pada
masa kanakkanak. Pada masa perkembangan anak taman kanak-kanak, masalah
dapat menghambat pencapaian perkembangan masa berikutnya, dan juga
mempengaruhi aspek-aspek perkembangan lainnya.
Layanan bimbingan sebagai suatu upaya bantuan yang diberikan guru pada
anak dilaksanakan secara bersama-sama dengan proses pembelajaran yang
terjadi. Artinya guru pada saat mengajar dapat pula berperan sebagai
pembimbing anak. Layanan bimbingan memiliki beberapa fungsi dan
prinsip-prinsip yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan
bimbingan di taman kanak-kanak.


A. Makna Bimbingan di Taman Kanak-kanak
Proses pendidikan dapat dilakukan melalui tiga bentuk
kegiatan, yaitu bimbingan, pengajaran dan latihan. Melalui proses
bimbingan anak dibantu untuk dapat mengembangkan berbagai aspek
kemampuan yang dimilikinya, dan bilamana anak mengalami kesulitan atau
hambatan dalam proses perkembangannya, maka layanan bimbingan juga perlu
membantu agar permasalahan yang dihadapi tidak menghambat proses tumbuh
kembang anak.
Pengajaran juga menjadi suatu kegiatan yang dilakukan dalam upaya
menyiapkan anak didik untuk dapat berperan di masa yang akan datang,
karena melalui suatu proses kegiatan yang terencana dan ditangani oleh
pihak yang berkompeten dapat terselenggara suatu proses pendidikan yang
bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga apa yang
dicita-citakan diharapkan dapat tercapai.


Latihan menjadi suatu kegiatan yang tak kalah pentingnya
dalam pelaksanaan proses pendidikan karena untuk mencapai sumber daya
manusia yang bermutu tidak cukup hanya dibekali berbagai kemampuan yang
bersifat kognitif afeksi saja, tetapi pada anak didik perlu dikembangkan
berbagai kemampuan psikomotornya melalui berbagai latihan.
Kegiatan
bimbingan, pengajaran dan latihan dalam pelaksanaannya tidak
berjalan sendiri-sendiri, tetapi kegiatan ini dilakukan secara
terintegrasi yang bermuara pada tercapainya penyiapan peserta didik
yang bermutu.
Terintegrasi dalam pemahaman di atas dimaksudkan bahwa
kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan dilaksanakan secara
bersama-sama dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.


Ilustrasi tentang pelaksanaan ketiga kegiatan di atas dapat
disimak berikut ini. Ibu Ani adalah salah seorang guru di taman
kanak-kanak sedang mengajar di depan kelas. Ibu Ani menjelaskan kepada
anak didik tentang berbagai alat transportasi yang dapat digunakan
manusia. Alat-alat itu dapat berupa mobil, sepeda, kereta api, pesawat
terbang atau kapal laut. Ibu Ani pada saat itu sedang berperan sebagai
pengajar karena bu Ani memberikan penjelasan tentang sesuatu materi
kepada anak didik.
Pada kesempatan berikutnya Ibu Ani mengajak anak untuk
membuat alat-alat transportasi dengan menggunakan kertas lipat. Ibu Ani
memberi contoh bagaimana membuat pesawat terbang dari kertas lipat.
Diajarinya anak-anak dengan memperagakan secara langsung membuat pesawat
terbang dari kertas lipat. Kegiatan ini mendorong anak didik untuk
dapat melatih otot-otot halusnya, dengan kegiatan melipat anak
menggerakkan jari jemarinya dan berusaha untuk melatih sedikit demi
sedikit keterampilan anak dalam membuat pesawat terbang melalui kertas
lipat.

Melalui kegiatan seperti ini, ibu Ani melatih kemampuan anak untuk
terampil membuat pesawat terbang melalui kertas lipat. Ketika ibu Ani
mengajak anak-anak untuk membuat pesawat terbang dari kertas lipat,
ditemukan ada anak yang sedang menangis. Ibu Ani mencoba mendekati anak
tersebut dan bertanya mengapa anak menangis. Bu Ani berusaha untuk
meredakan tangisnya dan mendorong (memotivasi) anak untuk mau melakukan
kegiatan tersebut seperti teman-temannya.

Ibu Ani tidak memaksa anak untuk mengerjakan tetapi dengan
penuh kesabaran Ibu Ani memotivasi anak untuk belajar. Upaya ibu Ani
dalam memahami kondisi dan kemampuan anak serta berusaha untuk membantu
kesulitan anak dalam melakukan suatu aktivitas tertentu di atas
menunjukkan bahwa ibu Ani berperan sebagai pembimbing.


Proses pembelajaran di taman kanak-kanak juga dapat dilakukan
melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan yang semua kegiatan
itu dilakukan secara terintegrasi. Artinya, dalam proses pembelajaran di
taman kanak-kanak, kegiatan bimbingan, pengajaran maupun latihan
dilakukan secara bersama-sama dan saling terkait satu sama lain,
walaupun dalam pelaksanaannya, kadangkala sulit dibedakan mana yang
termasuk bimbingan, pengajaran atau latihan.

Anak taman kanak-kanak adalah sosok individu yang sedang berada dalam
proses perkembangan, yaitu berkembangnya berbagai aspek kepribadian anak
baik fisik, intelektual, sosial, emosional maupun bahasa. Berbagai
aspek perkembangan ini dapat berkembang normal manakala lingkungan juga
turut memberikan kontribusi positif bagi tumbuh kembangnya anak. Namun
kadangkala dalam proses perkembangannya, anak juga mengalami beberapa
hambatan/kesulitan yang mempengaruhi proses perkembangannya.

Dalam Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak (PKBTK) 1994
diungkapkan bahwa bimbingan di taman kanak-kanak merupakan proses
bantuan khusus yang diberikan oleh guru atau petugas lainnya kepada anak
didik dalam rangka memperhatikan kemungkinan adanya hambatan/kesulitan
yang dihadapi anak dalam rangka mencapai perkembangan yang optimal.
Dari penjelasan di atas, guru perlu memiliki kemampuan untuk mengetahui
berbagai hambatan/kesulitan yang dihadapi anak didiknya dan berupaya
untuk membantunya semaksimal mungkin. Selain dari itu, guru juga perlu
berorientasi pada upaya membantu perkembangan anak sesuai dengan
karakteristik dan kemampuan yang dimiliki anak. Artinya, bahwa proses
bantuan yang dilakukan guru di taman kanak-kanak bukan semata-mata
membantu mengurangi atau menghilangkan berbagai hambatan yang dihadapi
anak, akan tetapi lebih dari itu yakni membantu proses perkembangan anak
sehingga anak dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin tanpa
mengalami hambatan.

B. Tujuan Bimbingan di Taman Kanak-kanak
Tujuan bimbingan di taman kanak-kanak beranjak dari perkembangan anak
dan kemungkinan berbagai hambatan/kesulitan yang dihadapi anak. Tujuan
bimbingan di taman kanak-kanak terbagi menjadi tujuan bimbingan secara
umum dan khusus.
Tujuan umum bimbingan di taman kanak-kanak adalah membantu anak didik
agar dapat mengenal dirinya dan lingkungan terdekatnya sehingga dapat
menyesuaikan diri melalui tahap peralihan dari kehidupan di rumah ke
kehidupan di sekolah dan masyarakat sekitar anak.
Dari tujuan bimbingan tersebut dapat dipahami bahwa bimbingan yang
dilakukan merupakan upaya membantu anak untuk melewati proses peralihan
antara lingkungan keluarga menuju lingkungan sekolah yang lebih luas.
Dalam proses peralihan ini, anak perlu memiliki berbagai kemampuan agar
anak dapat beradaptasi dan berkembangan secara optimal ketika memasuki
lingkungan sekolah atau masyarakat.

Dedi Supriadi (1997) mengungkapkan bahwa masa taman kanak-kanak
merupakan masa peralihan dari kehidupan keluarga ke kehidupan sekolah.
Pada masa ini anak dihadapkan pada berbagai keadaan yang cenderung
berbeda dengan keadaan di lingkungan rumahnya. Di lingkungan rumah anak
hanya berhadapan dengan ibu, bapak dan anggota keluarga lainnya.
Sementara di lingkungan sekolah anak akan banyak berhadapan dengan anak
lain yang berbeda jauh dengan keluarganya.
Melewati tahap peralihan dari kehidupan rumah ke kehidupan sekolah dan
masyarakat sekitar anak, tidaklah mudah, berbagai hambatan/kesulitan
mungkin saja ditemui anak. Bimbingan yang dilakukan guru di taman
kanak-kanak berusaha untuk membantu anak mengatasi hambatan yang
dihadapinya dan dapat menghantarkan anak pada proses perkembangan secara
wajar.
Selain tujuan umum seperti yang diungkapkan di atas, bimbingan di taman kanak-kanak juga secara khusus bertujuan untuk :

1. Membantu anak lebih mengenal dirinya, kemampuannya, sifat-sifatnya, kebiasaannya dan kesenangannya.
Setiap anak didik di taman kanak-kanak memiliki karakteristik
masing-masing baik sifat, kemampuan, kebiasaan bahkan kesenangannya.
Karakteristik setiap anak berbeda satu sama lain. Bimbingan di taman
kanak-kanak berupaya membantu anak didik untuk mengenali berbagai
karakteristik yang dimilikinya.

2. Membantu anak mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Setiap anak didik di taman kanak-kanak memiliki berbagai potensi dan
potensi ini perlu dikembangkan seoptimal mungkin. Bimbingan di taman
kanak-kanak berupaya membantu anak mengembangkan berbagai potensi yang
dimilikinya.

3. Membantu anak mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
Walaupun usia anak taman kanak-kanak masih tergolong relatif muda,
tetapi tidak menutup kemungkinan anak di usia itu juga mengalami
berbagai kesulitan, misalnya anak dikucilkan oleh teman-temannya, anak
cepat marah dan sebagainya. Kesulitan yang dihadapi anak membuat anak
tidak dapatmengembangkan diri dan bila dibiarkan begitu saja anak akan
semakin mengalami kesulitan dalam memasuki lingkungan yang lebih luas
4. Membantu anak menyiapkan perkembangan mental dan sosial
untuk masuk ke lembaga pendidikan selanjutnya. Taman kanak-kanak
berfungsi sebagai peralihan dari lingkungan keluarga ke lingkungan
sekolah dasar. Sekolah dasar adalah lingkungan yang baru bagi anak. Di
sekolah dasar anak akan menemukan situasi yang berbeda dengan lingkungan
rumah. Anak akan berhadapan dengan sejumlah anak lain yang berlatar
belakang keluarga yang berbeda, berhadapan dengan guru dan berbagai
aturan yang cenderung akan menuntut anak untuk mentaatinya. Bimbingan
di taman kanak kanak membantu kesiapan anak baik fisik, mental maupun
sosial untuk dapat memasuki lingkungan sekolah yang lebih luas

5. Membantu orang tua agar mengerti, memahami dan menerima
anak sebagai individu. Orang tua pada dasarnya adalah pendidik dan
peletak dasar yang utama bagi anaknya, namun kadangkala orang tua
kurang memahami karakteristik dan potensi yang dimiliki anak-anaknya,
sehingga ada orang tua yang cenderung menuntut anaknya untuk memenuhi
segala harapan orang tuanya atau orang tua bersikap tidak peduli dengan
kondisi anaknya. Pemahaman orang tua dan sikap menerima anak apa adanya
akan turut membantu proses perkembangan anak.

6. Membantu orang tua mengatasi gangguan emosi anak yang ada
hubungannya dengan situasi keluarga di rumah Emosi adalah bagian dari
kepribadian anak yang perlu dikembangkan secara wajar. Terhambatnya
perkembangan emosi anak akan mewarnai perkembangan aspek kepribadian
lainnya. Orang tua adalah orang yang kerap berhubungan dengan anak,
karena waktu interaksi anak banyak berhubungan dengan orang tuanya.
Iklim kehidupan yang diciptakan orang tua di rumah apakah menyenangkan
atau tidak, akan mempengaruhi bagaimana sikap anak ketika belajar di
taman kanak-kanak.

7. Membantu orang tua mengambil keputusan memilih sekolah
bagi anaknya yang sesuai dengan taraf kemampuan intelektual, fisik dan
sosial emosionalnya. Memilih sekolah tidak semata-mata dilihat dari
harapan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang terbaik,
tetapi pertimbangan pemilihan sekolah anak perlu disesuaikan dengan
taraf kemampuan anak. Guru taman kanak-kanak dapat memberikan
pertimbangan pemilihan sekolah bagi anak didiknya berdasarkan
perkembangan kemampuan yang ditunjukkan anak selama belajar di taman
kanak-kanak. Melanjutkan belajar di sekolah dasar tidak hanya memerlukan
kesiapan kemampuan intelektual saja, kemampuan fisik-motorik,
sosial dan emosionalnya perlu juga dipersiapkan supaya anak dapat
mengikuti proses pembelajaran secara baik dan dapat terkembangkannya
berbagai aspek kemampuan anak secara keseluruhan.

8. Memberikan informasi pada orang tua untuk memecahkan masalah kesehatan anak.
Kesehatan anak merupakan masalah penting yang harus diperhatikan baik
oleh guru maupun orang tua. Kesehatan anak sangat menunjang proses
tumbuh kembangnya anak. Anak yang sehat akan berkembang lebih baik
dibandingkan dengan anak yang tidak sehat, karena dengan badan yang
sehat aktivitas dan kemampuan anak dapat berkembang secara baik. Guru
taman kanak-kanak perlu memberikan berbagai informasi sekaitan dengan
perkembangan kesehatan anak. Tugas guru dan orang tua untuk membantu
memecahkan berbagai masalah kesehatan anak.


C. Fungsi Bimbingan di Taman Kanak-kanak
Bimbingan di taman kanak-kanak memiliki beberapa fungsi:
1. Fungsi Pemahaman
Yaitu usaha bimbingan yang akan menghasilkan pemahaman bagi orang tua dan guru tentang :


1. Diri anak didik
Anak adalah sosok individu yang memiliki berbagai karakteristik yang
berbeda satu sama lain, berbeda pula kelebihan dan kelemahannya. Setiap
anak memiliki irama perkembangan masing-masing dan memiliki kapasitas
untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. Upaya bimbingan yang
dilakukan di taman kanakkanak diharapkan mampu memberikan pemahaman
tentang berbagai hal yang ada pada diri anak didik.

2. Hambatan atau masalah-masalah yang dihadapi anak didik
Dalam proses perkembangannya, anak taman kanak-kanak tidak lepas dari
berbagai hambatan atau masalah. Bila hambatan ini dibiarkan maka akan
memperngaruhi proses perkembangan anak berikutnya. Bimbingan di taman
kanak-kanak berupaya untuk membantu anak didik mengurangi atau
menghilangkan berbagai hambatan yang dihadapi. Dengan bimbingan, orang
tua dan guru dapat memiliki pemahaman tentang berbagai hambatan atau masalah
yang dihadapi anak.

3. Lingkungan anak didik yang mencakup lingkungan keluarga
dan taman kanak kanak Lingkungan sekitar anak yaitu lingkungan keluarga
dan lingkungan taman kanakkanak merupakan lingkungan yang sehari-hari
dimasuki anak. Dalam lingkunganlingkungan tersebut banyak hal yang turut
mempengaruhi tumbuh kembangnya anak. Proses perkembangan anak
ditentukan tidak hanya oleh faktor genetika, tetapi lingkunganpun
memiliki andil yang besar untuk keberlangsungan proses perkembangan
anak.
4. Upaya bimbingan di taman kanak-kanak memberikan anak Lingkungan yang lebih luas di luar rumah dan di luar taman kanak-kanak
Lingkungan yang lebih luas selain lingkungan rumah dan taman kanak-kanak
perlu menjadi perhatian guru dan orang tua karena pengaruh media
elektronika dan berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat secara
luas akan turut mempengaruhi perkembangan anak. Mudahnya anak
terpengaruh oleh hal-hal yang berkembang di masyarakat menjadi perhatian
utama bimbingan di taman kanakkanak.
Melalui bimbingan, guru dan orang tua dapat memiliki pemahaman tentang hal-hal yang terjadi di lingkungan masyarakat.

5. Cara-cara penyesuaian dan pengembangan diri
Kemampuan menyesuaikan diri merupakan suatu aspek yang perlu dimiliki
oleh anak didik di taman kanak-kanak. Luasnya lingkungan yang akan
dimasuki anak menuntut kemampuan penyesuaian diri yang lebih baik dari
diri anak. Selain dari itu, berbagai tuntutan yang terjadi di masyarakat
mendorong anak didik untuk lebihmampu mengembangkan dirinya agar anak
dapat berperan secara lebih baik di kemudian hari. Upaya bimbingan di
taman kanak-kanak dapat menumbuhkan pemahaman bagi guru dan orang tua
bagaimana cara menyesuaikan diri dan mengembangkan kemampuan anak didik.


1. Fungsi Pencegahan
Yaitu usaha bimbingan yang dapat mencegah anak didik dari berbagai
permasalahan yang dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitankesulitan
dalam proses perkembangannya.
Bimbingan di taman kanak-kanak berfungsi memberikan pencegahan terhadap
berbagai kemungkinan yang dapat dialami anak didik selama proses perkembangan.
Kemungkinan tersebut dapat berupaya masalah yang berkaitan dengan kondisi sosial,
emosional atau kemampuan beradaptasi dengan lingkungan secara lebih luas. Dalam
melaksanakan fungsi pencegahan, guru dapat melakukannya melalui berbagai teknik,
diantaranya dengan bercerita atau bermain peran.

2. Fungsi Perbaikan
Yaitu usaha bimbingan yang diarahkan pada terselesaikannya berbagai
hambatan atau kesulitan yang dihadapi anak didik Kesulitan anak seberapapun
kecilnya akan senantiasa mempengaruhi aktivitas dan perkembangan anak. Bilamana
anak mengalami kesulitan, terlihat dari perubahan sikap yang ditunjukkan anak
sehari-hari. Bila kesulitan anak ini dibiarkan maka anak akan lebih terganggu
aktivitasnya dan akan mempengaruhi proses perkembangan selanjutnya. Upaya
bimbingan juga diarahkan untuk memperbaiki berbagai hambatan atau kesulitan yang dihadapi anak.

3. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Yaitu usaha bimbingan yang diharapkan dapat terpeliharanya dan
berkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif anak didik dalam rangka
perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
Bimbingan tidak hanya diarahkan pada upaya membantu mengurangi berbagai
kesulitan yang dihadapi anak didik, tetapi upaya bimbingan juga berfungsi untuk
senantiasa memelihara berbagai potensi dan kondisi yang baik yang sudah dimiliki
anak. Pemeliharaan ini menjadi penting artinya karena anak perlu selalu
berada dalam kondisi kondusif dalam upaya pengembangan dirinya. Selain
dari itu, dengan terpeliharanya potensi dan kondisi positif anak, anak perlu dikembangkan seoptimal mungkin. Upaya bimbingan dalam mengembangkan kemampuan anak harus
berorientasi pada kemampuan yang dimiliki anak.


D. Prinsip-prinsip Bimbingan di Taman Kanak-kanak

Pelaksanaan bimbingan di taman kanak-kanak perlu memperhatikan prinsipprinsip
sebagai berikut :
1. Bimbingan bagian penting dari proses pendidikan.
Proses pendidikan bukanlah proses pengembangan segi intelektual semata,
melainkan proses pengembangan seluruh segi kepribadian anak, karena
kepribadian anak tidak dapat dipilah-pilah ke dalam serpihan-serpihan tertentu.
Pendidikan bukan pula proses menyamakan perkembangan anak, tetapi proses
mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak untuk mengembangkan totalitas
kepribadiannya sebagai makhluk pribadi, sosial, dan makhluk Tuhan. Kehadiran
bimbingan di dalam praktek pendidikan tidak cukup dipertautkan dengan proses
pengajaran melainkan juga perlu dipertautkan dengan berbagai kegiatan lain yang
menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Bimbingan diberikan kepada semua anak didik dan bukan hanya untuk anak yang menghadapi masalah.
Semua anak didik memerlukan bantuan, baik yang dianggap tidak punya
masalah maupun anak yang menghadapi masalah. Anak yang dianggap tidak
memiliki masalah membutuhkan bimbingan, karena anak perlu tetap
mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya. Bantuan yang diberikan
pada anak seperti ini bersifat pencegahan dan pengembangan. Sementara
bimbingan untuk anak yang bermasalah lebih bersifat perbaikan.

3. Bimbingan merupakan proses yang menyatu (integratif) dalam semua kegiatan pendidikan
Bimbingan merupakan salah satu kegiatan pendidikan di samping pengajaran
dan latihan. Pelaksanaan bimbingan di taman kanak-kanak tidak dapat
dipisahkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. Ketika guru
melaksanakan kegiatan pengajaran dan latihan, ketika itu pula guru dapat
melaksanakan proses bimbingan. Guru dapat melaksanakan proses bimbingan
dengan menggunakan metode pembelajaran yang seringkali digunakan dalam
mengajar.

4. Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing
Kejelasan arah kepada siapa proses bimbingan itu dilakukan akan
mewujudkan hasil yang baik dari suatu proses yang dilakukan. Guru tidak
boleh sembarangan memberikan bimbingan, bimbingan yang dilakukan guru
harus dilatarbelakangi pemahaman terhadap kondisi permasalahan anak yang
dibimbingnya.

5. Kegiatan bimbingan mencakup seluruh kemampuan perkembangan anak yang
meliputi kemampuan fisik-motorik, kecerdasan, sosial, maupun emosional.
Bimbingan yang dilakukan di taman kanak-kanak perlu berorientasi pada
seluruh aspek perkembangan anak, tidak hanya terpusat pada satu aspek
perkembangan saja. Terhambatnya perkembangan salah satu aspek yang ada
pada diri anak, dapat
menghambat perkembangan aspek-aspek yang lain. Perkembangan kemampuan
fisik terkait dengan perkembangan motorik halus dan motorik kasar anak
dan terkait pula dengan perkembangan kemampuan intelektual, sosial dan
emosionalnya. Demikian pula dengan aspek-aspek perkembangan lain yang
saling bertautan.

6. Bimbingan harus dimulai dengan mengenal (mengidentifikasi) kebutuhankebutuhan
yang dirasakan oleh anak.
Bimbingan di taman kanak-kanak diawali dengan mengidentifikasi berbagai
kebutuhan anak, karena masing-masing anak memiliki kebutuhan yang
berbedabeda.
Pemenuhan kebutuhan yang dilakukan melalui proses bimbingan akan menunjang proses perkembangan anak selanjutnya.

7. Bimbingan harus luwes (fleksibel) sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan anak.
Pemahaman terhadap kebutuhan dan tingkat perkembangan anak yang berbeda
satu sama lain membuat guru perlu melakukan bimbingan secara fleksibel.
Guru tidak dapat memberikan bimbingan dengan pendekatan yang sama pada
setiap anak, karena kebutuhan dan perkembangan anak satu sama lain
berbeda.

8. Dalam menyampaikan permasalahan anak kepada orang tua
hendaknya diciptakan situasi aman dan menyenangkan sehingga memungkinkan
komunikasi yang wajar dan terhindar dari kesalahpahaman.
Masalah yang dihadapi anak di taman kanak-kanak merupakan masalah yang
tidak dapat dipisahkan dari peran orang tua di rumah, karena masalah
anak seringkali berhubungan dengan masalah-masalah yang ada dalam
keluarganya.
Penyampaian masalah anak kepada orang tua perlu disampaikan secara lugas
dan tidak menyinggung perasaan orang tua sehingga terhindar dari salah
sangka orang tua terhadap gurunya.

9. Dalam melaksanakan kegiatan bimbingan hendaknya orang tua
diikutsertakan agar mereka dapat mengikuti perkembangan dan memberikan
bantuan kepada anaknya di rumah Kerjasama antara orang tua dan guru
merupakan salah satu kunci keberhasilan bimbingan di taman kanak-kanak.
Penanganan yang dilakukan guru di taman kanak-kanak tanpa disertai
dukungan dan kerjasama orang tua di rumah akan membuat permsalahan yang
dihadapi anak tidak dapat diselesaikan secara cepat.
Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan perlakuan yang diterima
anak ketika anak belajar di taman kanak-kanak dan ketika anak berada di
rumah.
Perbedaan perlakuan ini akan lebih menyulitkan anak untuk dapat
menyelesaikan permasalahannya. Dengan adanya kerjasama dan perlakuan
yang sama antara orang tua dan guru memungkinkan upaya penyelesaian
masalah anak dapat berjalan sebaik mungkin.

10. Bimbingan dilakukan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
guru sebagai pelaksana bimbingan dan bilamana perlu dikonsultasikan kepada
kepala sekolah dan tenaga ahli
Keterbatasan kemampuan yang dimiliki guru perlu disadari secara arif
namun demikian bimbingan tetap perlu dilaksanakan seoptimal mungkin.
Dalam upaya memberikan bantuan pada anak didik, guru dapat bekerja sama
dengan pihak lain yang lebih berkompeten untuk membantu perkembangan
anak. Kerjasama ini dapat dilakukan dengan dokter, psikolog, psikiater
atau ahli lain yang ada hubungannya dengan berbagai masalah yang
dihadapi anak didik.

11. Bimbingan harus diberikan secara berkelanjutan
Bimbingan yang dilakukan pada anak taman kanak-kanak tidak bersifat
sementara. Bimbingan tidak hanya dilakukan bila ada berbagai masalah
yang dihadapi anak, tetapi bimbingan perlu dilakukan secara
berkelanjutan dan senantiasa berorientasi pada upaya untuk membantu
perkembangan anak seoptimal mungkin.


E. Teknik Bimbingan di Taman Kanak-kanak
Layanan bimbingan umumnya dapat dilakukan dengan menggunakan dua teknik bimbingan yaitu kelompok dan individual.
1. Teknik Kelompok
Penyelenggaraan bimbingan kelompok dimaksudkan untuk membantu mengatasi
masalah yang dialami bersama atau membantu seorang anak didik yang
menghadapi masalah dengan menempatkan dalam suatu kehidupan kelompok.
Bila masalah yang dihadapinya relatif sama, misalnya sekelompok anak
memiliki kesulitan dalam bergaul/berinteraksi dengan teman lain, dan
mereka cenderung menarik diri dari lingkungannya. Untuk kasus ini, guru
selaku pembimbing dapat menggunakan teknik kelompok untuk membantu
kesulitan anak secara bersamasama.
Di samping itu bila hanya ada satu orang anak yang dipandang guru
bermasalah, misalnya anak selalu tidak berani untuk menyanyi di depan
kelas sendirian, maka teknik kelompok ini tetap dapat digunakan dengan
melibatkan peran serta teman sebayanya Guru dapat merencanakan bimbingan
yang terintegrasi dengan pembelajaran yang menggunakan situasi
kelompok.

2. Teknik Individual
Layanan bimbingan dengan menggunakan teknik individual, pada dasarnya
menggunakan langkah-langkah bimbingan konseling. Dengan kata lain,
teknik individual adalah teknik bimbingan konseling.
Masalah yang dapat ditangani dengan menggunakan teknik individual
berkenaan dengan masalah yang mungkin dirasakan atau berdasarkan hasil
observasi dan
keluhan orang tua. Dengan teknik ini guru melakukan tatap muka dengan anak yang bermasalah.

(Sumber: www.massofa.wordpress.com)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik